Kejadian dimana Usman (ayah) (38 th) sebagai penjual es campuran Tewas dikeroyok Preman di pelataran Pasar Balikpapan, karena alasan menolak memberi uang kepada preman yang suka memungut Pajak gelap yang sudah 3 kali dalam sehari memungut uang kepada para pedagang pedagang kecil dipinggiran Pasar.
ujar Akbar yang sekarang mendiam dipenjara Anak dibawah Umur di Kota Balikpapan!
Akbar termasuk Anak yang cerdas disekolah, mahir berhitung, dan sering mendapat Rangking 5 besar di sekolah, sebagai anak kelas 2 Smp. dia juga termasuk sosok anak yang pendiam dan patuh terhadap gurunya.
Akbar dan keluarganya adalah transmigran asal Bapangi Sidrap sulawesi selatan mengikuti ibu bapak dan satu adik perempuannya merantau ke Balikpapan ini demi mengadu nasib sekitar 7 Tahun lalu.
Malam setelah Bapaknya Tewas lalu dekebumikan dengan banyak luka memar dikepala dan satu tusukan dibagian Perut sebelah kiri, Akbar Mendatangi Tempat berkumpulnya Para preman di sekitar pasar.
''Siapa yang bunuh Bapak ku..?? teriak Akbar...
''Saya kenapa memangnya..!!!???? balas Pemimpin Preman itu dengan garangnya..!!
tanpa banyak bicara Akbar melompat lalu menusukkan Pisau dapur yang dibawa dari rumahnya itu tepat di bagian Ulu hati Pemimpin preman itu. lalu Akbar lari bersembunyi karena kejaran para anak buahnya (para preman) dan keesokan Harinya akbar sudah di gelondong di Polsek setempat. lalu dikirim ke penjara anak dibawah umur.
Akbar termasuk Tahanan yang meresahkan para sipir lembaga.. karena sdh 4 kali tertangkap dan tidak pernah berhasil melarikan diri.. setelah ditanya kenapa ia mau melarikan diri.. alasannya karena Akbar rindu sama Mamak terutama sama Adik perempuannya!! ujar Akbar.
setelah pengakuan itu.., akbar diberi kesempatan untuk menemui ibu dan adiknya.. 2 bulan sekali.
Penulis : Anto kasiasi


0 comments:
Posting Komentar