PARKIRAN RSUD NENE MALLOMO SIDRAP MEMBUAT BANYAK KELUARGA PASIEN MENGELUH


SIDRAP.
Akibat tarif Parkiran yang kadang tak menentu membuat para Keluarga pasien Rawat Inap di Rumah sakit Umum Nene Mallomo kab. Sidrap ini banyak keluhan dan memberi Komentar.

Seperti keterangan yang diberikan Oleh Bpk Syamsuddin (40) adalah salah satu keluarga pasien Rawat inap asal Lancirang,

Mengatakan''...!! kami sebenarnya tidak mempermasalahkan Biaya Parkiran ini. akan tetapi kadang tidak menentu ada yang membayar Rp.2000 dan ada juga Rp.3000 untuk kendaraan Bermotor.

ketika saya sedang Beradu argument dengan tukang Parkir tentang Peraturan PERDA Tarif parkir kendaraan roda dua. mereka tidak bisa menjawab, mereka hanya mengarahkan berhadapan dengan bos mereka Ujarnya. saya mencoba untuk tidak emosi kemudian berusaha mengerti dan berpikir tentang mata pencaharian mereka..

Tapi yang membikin sedikit mengeluh adalah keluar masuknya keluarga pasien di lokasi, untuk membeli Obat yang tidak tersedia di dalam lokasi.  setiap keluar membeli obat dan membeli kebutuhan pasien atau makanan, masa harus bayar parkir lagi..????? kita ini keluarga Pasien Mau keluarga kita sembuh datang kerumah sakit ini... bukan mau di bodoh bodohi kata bapak Syamsuddin (40)

kami berharap kepada pihak RSU NENE MALLOMO memberikan sedikit kebijaksanaan. setidaknya jika pandai memberi membuat Aturan..maka harus juga bijaksana tentunya. demi memberi Citra yang baik kepada RUMAH SAKIT NENE MALLOMO ini(*)

Penulis : Adnan Sutanto
Sumber: Kota beras

5 komentar:

  1. Saya Sebagai salah satu warga sidrap yang pernah menjaga keluarga yang menjadi pasien di RS tersebut sangat kecewa.
    Satu Kata, memalukan.
    Parkiran disana diakomodir dengan orang2 yang tidak profesional baik secara tampilan dan prilaku. Parkiran disana dapat dikatakan ilegal, tidak ada karcis parkir. Namun jika dikonfirmasi situkang parkir menjawab silahkan tanya ke bos kami. Otomatis bosnya terlibat dengan praktik ilegal tersebut.
    Dgn demikian tarif parkir ditentukan seenaknya saja.
    Belum lagi dengan pelayanan Rumah sakitnya. Umumnya ketika pasien telah dinyatakan boleh pulang, harusnya pihak admin sudah dapat menentukan besar biaya yang harus dibayarkan. Seperti yang dilakukan dirumah sakit pada umumnya. Di RS ini sangat unik, ketika kami sudah boleh pulang, mereka belum mampu menghitungkan besaran tarif yang wajib kami bayarkan dengan alasan dokter belum menetapkan diagnosanya. Bisa dibayangkan, Beloh pulang tapi belum ditetapkan diagnosa. dengan demikian kami harus menyimpan uang jaminan.
    Hari Giniiii, bayangkan, sebuah layanan umum masih pake uang jaminan. Kasihan orang dari luar kota, harus pulang balik hanya untuk mengambil dan menambah uang jaminan jika kurang.
    Warteg Aja selesai makan langsung bayaaar. Masa Kalah canggih dengan Warteg sih. Saya tiada maksud lain, selain untuk melihat Kab Kita Maju, dan Sejajar Dengan Kabupaten Lainnya.Semoga manajemen RS tersebut dapat diperbaiki. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Komentarnya
      kami sebagai ADMIN kota beras juga berharap seperti itu.
      mugkin pihak rumah sakit harus meningkatkan ke profesionalan sedikit demi sedikit mengenai masalah pelayanannya..

      Hapus
  2. met siang...
    saya juga sebagai warga SIDRAP area lawawoi heran melihat kualitas PERAWAT masakini.. dahulu kalau jaman saya masih muda dulu..PERAWAT tugasnya betul2 meawat pasien. ada yang memandikan pasien dll.

    lah sekarang ini... malah kualitas makin menurun!! pernah sodara kami. masuk rumah sakit pada saat tengah malam terjadi Kegawatan yg membuat kami keluarga panik. lalu kami lari mendatangi perawat.

    seketika Perawat tersebut datang. malah tidak bisa berbuat apa2 & hanya mengarahkan untuk membacakan YASIN.

    apa itu yang diajarkan selama mereka sekolah..???

    BalasHapus
  3. Betul sekali itu. Saya juga pernah adu argumen sama penjaga parkirannya waktu istriku masuk rumah sakit. Setiap kali sya kluar beli obat di suruh bayar parkir. Tpi sya tunjukkan kartu jaga pasien kalau sya cuma kluar beli obat dan masih kembali lgi. Tpi tukang parkirnya bilang kartu jaga pasien tidak brlaku disini pak. Di dalam ji berlaku.
    Yg menjengkelkan lgi dia suruh byar 10rb utk bisa kluar masuk. Tpi pas sya kluar lgi di suruh bayar. Alasannya yg jaga kalau yg tdi lain yg jaga. Skrg lain juga jdi yg tdi kita bayar 10rb lain lgi.
    Bikin jengkel sekali tukang parkirnya..

    BalasHapus
  4. maaf bapak dan ibu sekalian rs nemal sebenarnya baik-baik saja, tp jawaban dari semua kekecewaan yang bapak dan ibu rasakan semua mengarah ke satu orang saja.
    semenjak dokter nani menjabat menjadi direktur di RS Nene Mallomo semua sudah hancur total, direktur yang menjabat sekarang ini bisa dikatakan tidak memiliki etika dan tidak berpendidikan, anggaran untuk rumah sakit entah kemana ? tuyul atau mungkin di rek pribadi,. jadi tolong jangan salahkan staff yang ada di nemal mau pun pelayanan yang ada di rs nemal. semua sudah standar kecuali direkturnya yang hanya tau bermain tikus.
    fasilitas-fasilitas yang kurang memadai dan minimnya jumlah dokter yang ada rs nemal itu semua adalah TANGGUNG JAHAT DIREKTUR RSUD NENEMALLOMO (dokter nani).

    BalasHapus